Kunci Tajwid
KETENTUAN TAJWID
Mushaf Al-Qur’an dengan ketentuan Tajwid yang dipermudah menggunakan alat praga kode warna ini DILENGKAPI DENGAN PENJELASAN KETENTUAN-KETENTUAN TAJWID DALAM BAHASA INDONESIA (huruf latin) YANG MUDAH DIPAHAMI.
Ketentuan-ketentuan Tajwid tersebut berdasarkan bacaan Tjawid ala Qiraat’Ashim yang diriwayatkan Imam Al-Hafs, yang merupakan cara baca yang paling banyak dipergunakan Umat Islam di seluruh dunia, terutama di Indonesia, dari tujuh riwayat cara baca (Qiraat Sab’ah).
KETENTUAN-KETENTUAN TAJWID TERSEBUT MELIPUTI :
1. Makhraj Huruf Hijaiyah
2. Ketentuan Qalqalah
3. Ketentuan Nun dan Mim Musyaddadah (Tasydid)
4. Ketentuan Huruf Lam
5. ketentuan Mim Sukun
6. Ketentuan Ikhfa
7. Ketentuan Izhhar
8. Ketentuan Idgham
9. Ketentuan Iqlab
10. Ketentuan Huruf Ra
11. Ketentuan Mad
12. Ketentuan Huruf Alif dan Lam Syamsiyah
13. Ketentuan Huruf Alif dan Lam Qamariyah
14. Ketentuan Waqaf
15. Ayat-ayat Sajadah
Melalui ketentuan Tajwid berbahasa Indonesia ini diharapkan Umat Islam di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura, bisa mempelajari dan memahami ketentuan Tajwid tersebut dengan mudah, sekaligus dapat diterapkan dengan baik ketika membaca Al-Qur’an.
KODE BLOK WARNA
Kode-kode blok warna yang ditampilkan dalam Mushaf Al-Qur’an ini sangat bermanfaat. Yang diutamakan dari sekian banyak ketentuan tajwid yang diberi warna yaitu : IKHFA, QALQALAH, IKHFA SYAFAWI, IDGHAM BIGHUNNAH, IDGHAM MIMI, GHUNNAH, IQLAB.
Dengan pilihan blok warna-warna terhadap ketentuan Tajwid tersebut, bacaan pada huruf Al-Qur’an mengalami perubahan cara bacanya, yakni MENDENGUNG, MENYENGAU, MEMANTUL dan lain-lain sebagaimana mestinya.
BLOK WARNA TERSEBUT MENUNTUN DAN MEMPERMUDAH PEMBACA AGAR LEBIH MEMPERHATIKAN TEKANAN, FONETIK, IRAMA SERTA CARA MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN SEMESTINYA DAN HAL INI SERING KALI DIABAIKAN OLEH PARA PEMBACA YANG KURANG MENGERTI, TERUTAMA PARA PEMULA.
Ketentuan Tajwid ini juga telah dipilihkan kode warna-warna yang cukup menyolok perbedaan warnanya satu sama lain, dengan tingkat kepadatan tinta yang tinggi dan menggunakan font khusus, ketebalan dan kerenggangan, yang sebelumnya belum pernah ada di Indonesia serta tidak mengganggu tulisan yang berwarna hitam. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan para pembaca untuk mengidentifikasi ketentuan-ketentuan Tajwid yang ada.